Showing posts with label info ibu hamil. Show all posts
Showing posts with label info ibu hamil. Show all posts

Monday, February 26, 2018

Yuk Cari Info Alasan Mengapa Ibu Hamil 36 Minggu Perut Semakin Sakit


Selamat ya bu jika sekarang sudah menginjak usia hamil 36 minggu. Itu artinya ibu hanya butuh menunggu waktu yang tidak lama lagi untuk segera menimang bayi. Namun, tetap saja waktu yang hanya sebentar tersebut bukan waktu yang mudah untuk dilewati. Ibu tetap masih dalam keadaan mengandung. Dan itu artinya ada beban yang ibu harus emban.

Saat usia kehamilan mencapai 36 minggu atau 9 bulan, ibu akan meraakan perut sangat sakit. Ini terasa pada perut bagian bawah. Saking sakitnya, terkadang ibu susah tidur di malam hari. Lebih parah lagi, hal tersebut bisa membuat ibu tidak nyaman dalam melakukan aktivitas setiap hari.

Lalu, apa yang harus ibu lakukan?

Sakit Pada Perut Bagian Bawah

Sebelum menuju ke solusi permasalahan, ibu harus tahu mengapa saat kehamilan 36 minggu, ibu merasa sakit pada perut bagian bawah. Harus ibu ketahui dulu apakah ini masalah kesehatan atau hal yang wajar dialami oleh ibu hamil tua.

Sebenarnya, kedua kemungkinan tersebut bisa saja terjadi. Bisa saja rasa sakit tersebut karena masalah kesehatan. Dan kemungkinan juga hal tersebut merupakan hal yang normal.
Yang paling sering terjadi adalah rasa sakit tersebut disebabkan bayi sudah pada posisi yang siap untuk lahir. Posisi kepala sudah berada di bagian bawah sehingga bayi kemungkinan bisa lahir dengan lebih mudah.

Jadi, apakah ini hal yang perlu dikhawatirkan? Tentu saja tidak. Justru ibu harus senang karena ketika perut bagian bawah semakin terasa sakit, itu artinya ada perkembangan yang baik. Bayi sudah siap untuk dilahirkan. Risiko bayi sungsang bisa diantisipasi. Asal ibu tahu banyak ibu hamil yang harus dipijat terlebih dahulu agar bayi berada pada posisi yang tepat. Jadi, bersyukur dong jika bayi sudah di posisi yang tepat.

Hanya saja, tentu ibu akan merasa sedikit kurang nyaman, terutama di malam hari saat ibu tidur. Ibu bisa saja sering merasakan kram perut. Meskipun ini hal yang wajar, tetap saja tidak nyaman.

Untuk itu, di usia hamil 9 bulan ini, ada beberapa hal yang sebaiknya ibu lakukan.
1.      Berenang

Tentu saja bukan berarti ibu harus renang layaknya orang yang tidak sedang hamil. Ibu cukup berendam saja. Ketika ibu berendam, tekanan perut akan ke atas sehingga kram pada perut bisa dikurangi.

Akan tetapi, pastikan ibu tidak melakukan kegiatan ini sendiri ya. Sebaiknya ibu didampingi oleh suami. Dikhawatirkan ibu justru mengalami kram pada bagian kaki sehingga ibu tidak bisa keluar dari kolam renang. Ini sangat berbahaya, bukan?

2.      Jalan Santai
Sebenarnya, orang-orang terdahulu yang tidak tahu mengenai kesehatan pun sudah menyarankan agar ibu hamil muda lebih sering jalan santai. Selain untuk menjaga stamina, ini kegiatan yang bagus untuk bayi di dalam kandungan. Dengan bergerak, bayi tidak hanya tidur di dalam rahim saja tapi juga terbangun. Ini akan membuat siklus tidur bayi di dalam kandungan menjadi lebih baik.

Sebaiknya lakukan jalan santai di pagi hari setiap hari. Di siang harinya, ibu perdengarkan musik agar bayi terlelap. Dengan melakukan hal ini, siklus tidur bayi di dalam kandungan teratur sehingga perkembangannya pun optimal.

3.      Ajak Bicara
Banyak ibu hamil 36 minggu was-was. Kenapa? Karena pergerakan bayi tidak seaktif sepertinya sebelumnya. Ternyata, ini ada alasannya. Ukuran tubuhnya semakin besar. Hal ini membuat ruang geraknya di dalam rahim terbatas. Itulah yang sebenarnya membuat bayi di dalam kandungan tidak seaktif seperti sebelumnya.

Akan tetapi, ibu bisa mengajak bicara balita agar ada gerakan kecil di dalam rahim. Ini sangat bagus tidak hanya untuk perkembangan bayi tapi juga untuk menguatkan ikatan batin antara ibu dan sang buah hati.

Setidaknya itulah beberapa hal yang bisa ibu lakukan. 

Tantangan Bagi Ibu Hamil Tua
Banyak orang yang bilang tantangan terberat itu saat hamil muda. Karena pada saat itulah risiko bayi mengalami keguguran sangat tinggi. Jika ditinjau dari hal ini, memang benar. Akan tetapi, bukan berarti hamil tua itu juga tidak kalah menantang.

Ada banyak sekali hal yang akan ibu rasakan saat kehamilan tua, mulai dari sering merasa lelah, mudah lapar, mudah emosi, kram pada bagian perut dan kaki, dan keluhan kesehatan ibu hamil tua lainnya. Namun, yang harus diantisipasi adalah sakit gigi.

Sepertinya tidak ada hubungan antara sakit gigi dengan hamil tua. Ternyata ada lho bu. Bayi yang usianya di dalam kandungan sudah mencapai 36 minggu membutuhkan kalsium yang sangat tinggi. Dan jika ibu tidak mampu mencukupinya, bayi akan mengambil kalsium dari tulang atau gigi ibu. Hal tersebutlah yang membuat ibu mengalami linu pada tulang dan juga sakit gigi.

Dari situlah bisa disimpulkan ketika seorang ibu hamil tua mengalami sakit gigi, itu artinya bayi di dalam kandungan kekurangan kalsium. Dan jika ini dibiarkan terus menerus, bukan haya ibu saja yang mengalami masalah tapi juga bayi di dalam kandungan.


Untuk lebih jelasnya lagi mengenai keluhan kesehatan ibu hamil 9 bulan lainnya, ibu bisa terus menerus menggali informasi lebih lanjut. Yang pasti, ibu harus ekstra hati-hati dalam melakukan aktivitas setiap harinya. Dan yang lebih penting lagi, ibu harus selektif dalam memilih makanan ketika usia hamil 36 minggu.

Sunday, February 25, 2018

Info Kesehatan Ibu Hamil Mengenai Keamanan Vaksin Untuk Janin

Info ibu hamil

Sepertinya, belum banyak yang tahu mengenai info kesehatan ibu hamil. Padahal, ilmu pengetahun sekarang ini semakin mudah untuk disebarkan. Dengan menggunakan internet, informasi apapun, tak terkecuali info mengenai kesehatan ibu hamil sangat mudah untuk disebarkan. Akan tetapi, angka kematian ibu dan bayi masih sangat tinggi. Hal ini bukan karena ketidaktahuan tapi tidak adanya kesadaran untuk menjaga kesehatan saat hamil.

Pada tahun 2017, tercatat ada 34 kasus kematian ibu hamil di wilayah Jogjakarta. Dan anehnya, di kota yang cukup modern ini, banyak ibu hamil yang tidak memahami bagaimana cara menjaga kesehatan ibu hamil.

Menjaga kesehatan kehamilan tidak hany cukup dengan mengkonsumsi makanan sehat dan juga melakukan aktivitas ringan saja setiap hari. Informasi kesehatan kehamilan lainnya sepertinya belum sampai di telinga masyarakat. Atau jangan-jangan mereka acuh dengan informasi tersebut.

Contohnya saja vaksinasi. Banyak yang menganggap vaksinasi (atau yang sering disebut dengan imunisasi) itu hanya dipertuntukkan bayi dan balita saja. Pada kenyataannya tidak demikian. Orang dewasa pun boleh mendapatkan suntik vaksinasi ini. Bahkan, sekarang ini ibu hamil sangat disarankan untuk mendapatkan vaksinasi.

Tidak lagi hal tersebut bertujuan agar kesehatan ibu hamil terjaga. Dan diharapkan agar angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan.

Akan tetapi, masih ada satu pertanyaan. Apakah vaksinasi ibu hamil ini aman untuk bayi di dalam kandungan? Sampai sekarang, memang tidak ada efek buruknya. Namun, belum diketahui efek jangka panjangnya. Yang pasti, dengan melakukan vaksinasi, kesehatan ibu hamil terjaga. Bayi di dalam kandungan pun sehat. Hal inilah yang diharapkan membuat keduanya, ibu dan bayi selamat.

Jenis Vaksin Untuk Ibu Hamil

Setiap vaksin sudah ditentukan berdasarkan usia. Selain itu, ada juga periode tertentu di mana vaksinasi dilakukan.

Dalam hal ini, bukan semua vaksin perlu diberikan kepada seorang ibu hamil. Berikut ini informasi kesehatan ibu hamil mengenai jenis vaksin yang sebaiknya didapatkan oleh seorang ibu hamil.

1.      Tetanus Toksoid
Apa itu vaksinasi tetanus toksoid? Ini merupakan jenis vaksinasi yang mencegah kematian bayi yang disebabkan oleh kuman tetanus. Kuman ini biasanya menyerang bagian tubuh yang terluka.

Lalu bagaimana tubuh mana dari ibu hamil atau bayi yang terluka? Ibu pasti tahu saat bayi lahir, tali pusar dipotong menggunakan gunting. Dan jika ternyata ada kuman tetanus pada seorang ibu hamil, kuman tersebut bisa berpindah ke bagian pusar yang luka setelah dipotong tersebut. Akibatnya, bayi bisa mengalami masalah kesehatan dan bahkan bayi bisa meninggal.

Kasus semacam ini tidaklah jarang terjadi.  Bahkan, kasus semacam ini paling sering terjadi di suatu daerah di mana seorang ibu hamil melahirkan dalam kondisi yang kurang higienis. Maka dari itu, menurut info kesehatan ibu hamil yang dijelaskan oleh para dokter kandungan, seorang ibu hamil harus mendapatkan vaksinasi tetanus toksoid lengkap, yaitu dua kali dengan jarak 1 sampai 2 bulan dan selang beberapa hari sebelum persalinan tiba. Semua itu perlu dilakukan untuk menekan risiko bayi terinfeksi kuman tetanus yang bisa menyebabkan kematian.

2.      Hepatitis B
Sampai saat ini, Hepatitis B merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Maka, wajar jika hampir semua negara di dunia ini memberikan vaksinasi hepatitis B secara gratis kepada seluruh warganya. Inipun dilakukan Indonesia.

Dan vaksin Hepatitis B ini tidak hanya diberikan untuk bayi saja, melainkan juga untuk ibu hamil. Hal ini disebabkan seorang ibu hamil rentan mengalami masalah kesehatan yang satu ini. Pasalnya, bayi yang lahir dari rahim seorang ibu yang terkena Hepatitis B sangat mungkin tertular juga. Dan itulah mengapa bayi yang baru lahir sangat diwajibkan untuk segera mendapatkan vaksinasi Hepatitis B

3.      Influenza
Beberapa kasus bayi lahir dengan masalah kekurangan gizi ternyata disebabkan oleh virus influenza. Dan ternyata virus ini banyak yang didapatkan dari ibu sang bayi sendiri lantaran ketika hamil tidak mendapatkan vaksinasi influenza.

Info kesehatan kehamilan yang satu ini harus diketahui oleh semua ibu hamil. Jadi, vaksinasi influenza tidak hanya menyebabkan batuk pada ibu hamil tapi juga bahaya kekurangan gizi ketika bayi lahir di dunia.
Setidaknya tiga jenis vaksin tersebut harus didapatkan oleh ibu hamil. Apakah ibu sudah vaksinasi selama masa kehamilan ini?

Penyebab Lain Kematian Ibu dan Bayi

Memang bukan infeksi yang disebabkan oleh kuman, bakteri, atau virus yang menjadi faktor utama penyebab kematian ibu dan bayi. Akan tetapi, memang banyak sekali kasus kematian ibu dan bayi disebabkan oleh hal tersebut. Dan jika diusut lebih dalam hal, ternyata hal itu terkait juga dengan tidak didapatkannya imunisasi untuk ibu hamil.

Faktor risiko tertinggi adalah pendarahan. Sementara itu, pendarahan ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa saja karena bakteri, tapi bisa juga disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Contohnya saja aktivitas yang terlalu berat. Ini disinyalir menyumbang penyebab paling banyak di mana terjadi kematian ibu dan bayi.

Itulah mengapa semua ibu hamil harus tahu tahu banyak hal mengenai info kesehatan ibu hamil. Ini tidak hanya sekedar info mengenai makanan sehat apa yang harus dikonsumsi. Lebih dari itu, ibu juga harus tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sesuai dengan usia kehamilan. Semakin detail informasi yang ibu dapatkan, maka semakin rendah risiko terjadinya kematian ibu dan bayi.


Tuesday, February 13, 2018

Apa Yang Sebaiknya Ibu Lakukan Saat Usia Hamil 7 Minggu?


Ibu mungkin sekarang ini semakin giat mencari informasi mengenai nutrisi apa yang harus dicukupi saat usia hamil 7 mingguSebenarnyahal ini juga yang  terus ibu lakukan selama masa kehamilan mengingat kebutuhan serta kadar gizi berbeda sesuai dengan usia kehamilan. 

Dan jangan sepelekan mengenai hal ini. Ada yang bilang hamil muda itu berat. Dikatakan berat karena risiko mengalami keguguran itu sangat tinggi. Lebih tinggi daripada ketika usia kehamilan sudah di atas 7 minggu atau bahkan sudah menginjak usia 7 bulan di atas. Hal ini disebabkan kondisi rahim pada usia kehamilan muda masih belum begitu kuat. Sementara itu, janin pun belum memiliki perkembangan yang sempurna. Kedua hal inilah yang membuat risiko keguguran sangat mungkin terjadi. Bahkan, tidak sedikit seorang ibu hamil muda yang kehilangan janinnya di usia muda. 

Itulah yang membuat ibu harus tahu apa yang sebaiknya dilakukan saat usia kehamilan 7 bulan. Hal tersebut ibu lakukan untuk memastikan risiko keguguran itu bisa dihindari. 

Hal Kecil Tapi Sebaiknya Dilakukan Saat Hamil Muda 
Pada intinyajanin sehat dan perkembangannya baik jika sang ibu juga bisa menjaga kondisi kesehatan tubuhnyaJadibanyak hal yang sebenarnya harus ibu lakukan. Akan tetapisetidaknya hal kecil berikut ini rutin ibu lakukan. 

  • Jalan Santai 
Ini hal yang klise. Namun, banyak yang salah menanggapi hal ini. Banyak orang yang menganggap jalan santai itu jalan di pagi hari mengelilingi taman kota atau sekedar jalan di depan rumah. Sebenarnya, bukan itu. Akan lebih menyenangkan jika ibu melakukan kegiatan ini di tempat yang ibu sukai. Misalnya saja di mall atau di pusat perbelanjaan. Bukankah itu lebih asyik? 

Pada intinyaibu harus melakukan olahraga ibu hamil yang ringanJangan saat 
usia janin 7 minggu justru ibu menjadikan hal tersebut alasan untuk ogah-ogahan melakukan aktivitas fisik 

  • Konsumsi Buah 
Sebenarnya ini tidak hanya berkaitan dengan masalah keguguran saja, tapi juga keluhan kesehatan kehamilan yang dialami oleh ibu hamil muda. Pada saat usia kehamilan baru sekitar 7 minggu, ibu akan sering merasa mual dan muntah. Itu yang disebut dengan morning sickness. Itu hal yang lumrah. Bahkan, harus disyukuri karena hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan janin baik. Menurut ahli kesehatan kehamilan, perkembangan bayi di dalam kandungan itu salah satunya ditandai dengan munculnya rasa mual. 

Namuntentu ibu tidak ingin mual yang ibu alami menganggu kegiatan setiap hari
bukanJangan sampai juga mual yang ibu alami justru membuat kondisi kesehatan memburukOleh sebab ituibu bisa meringankan mual yang ibu rasakan dengan cara mengkonsumsi buah yang segar 

Mual dan muntah sering dialami oleh seorang ibu hamil di pagi hari. Maka dari ituada istilah morning sickness. 
Untuk menghatasi hal tersebutselalu konsumsi buah segar di pagi hariMemang ini tidak bisa 100% menghilangkan mualtapi setidaknya meringankan. 

  • Penuhi Asam Folat 
Perkembangan janin saat usia hamil 7 minggu sangat dipengaruhi oleh asam folatTentu saja nutrisi lainnya juga tak kalah pentingNamunsetidaknya ibu terus mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung asam folat 

Asal folat ini tidak hanya mempengaruhi perkembangan fisik janin tapi juga otak. Dan asam folat ini harus dipastikan terpenuhi jika bayi di dalam kandungan berkembang sesuai dengan yang diinginkan

Jadisekarang ibu tahu kan apa yang sebaiknya ibu lakukan saat sedang hamil muda? 

Hati-Hati dengan Kontraksi 

Dalam dunia medis, kontraksi yang dialami oleh ibu hamil itu merupakan hal yang wajar. Apalagi jika janin di dalam kandungan sudah memiliki organ tubuh yang bisa dikatakan sempurna. Maka dari itu, kontraksi sering dirasakan oleh ibu hamil ketika usia kehamilan sudah mencapai trimester ketiga. Bahkan, kontraksi harusnya sering terjadi ketika seorang ibu sedang menghadapi masa-masa persalinan. 

Lalubagaimana dengan ibu dalam masa kehamilan 7 minggu? Ini yang tidak wajarKontraksi saat hamil muda menjadi hal yang anehJanin belum bisa dikatakan berkembang sempurnaMasih banyak bagian organ tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna. 

Maka dari ituhati hati jika ibu merasa kontraksi. Kontraksi ini bukan tidak mungkin bisa mengakibatkan bayi meninggal di dalam kandungan atau keguguranItulah mengapa seorang ibu hamil muda harus menjaga pola makan dan juga kegiatan setiap hari 

Ada beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi seperti makanan bersantan dan makanan yang pedas. Selain itu, harus dipahami juga bahwasannya tidak semua buah itu bagus untuk ibu hamil. Contohnya saja buah durian dan nanas. Pasalnya, dua buah tersebut ternyata bisa menicu kontraksi. Dan jika kontraksi terjadi di saat kondisi rahim belum begitu kuat atau janin belum begitu sempurna perkembangannya. bukan tidak mungkin keguguran yang terjadi. Jadi, ibu harus hati. Agar ibu bisa melewati masa kehamilan muda dengan baik, sebaiknya ibu terus menggali informasi mengenai hal-hal yang terkait dengan kesehatan ibu hamil 7 minggu.  

Jadi, menjadi seorang ibu hamil muda itu tidaklah mudah. Ada tantangan berat yang harus dihadapi. Namun, hal tersebut tidak lantas membuat ibu terlalu khawatir. Tetap jalani kehidupan seperti biasa. Ini menjadi waktu yang tepat untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Ibu bisa mulai menjalani pola hidup yang sehat agar ibu bisa melewati masa kehamilan muda dengan baik.